BAB Tentang Haramnya Meratapi Orang Yang Meninggal Dunia

Posted: 3 May 2010 in Al-Hadits

  1. Dari ‘Umar bin Khaththab r.a berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Orang yang meninggal dunia itu disiksa di dalam kubur sesuai dengan apa yang diratapkan kepadanya” [HR. Bukhori dan Muslim]
  2. Dari Ibnu Mas’ud r.a berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Tidaklah termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi, menyobek-nyobek baju dan menjerit-jerit seperti orang Jahilyah” [HR. Bukhori dan Muslim]
  3. Dari Abu Burdah berkata “Abu Musa Al Asy’ary r.a sedang sakit kemudian ia pingsan sedangkan kepalanya berada di pangkuan istrinya, lantas istrinya meratapinya dengan menjerit-jerit tetapi Abu Musa tidak bias menjawab sesuatu apa pun kepada istrinya. Setelah sadar, ia terus berkata “Saya lepas tangan terhadap orang yang mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lepas tangan daripadanya. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lepas tangan terhadap orang yang menjerit-jerit, mencukur rambut dan menyobek-nyobek bajunya ketika tertimpa musibah” [HR. Bukhori dan Muslim]
  4. Dari Al Mughirah bin Syu’bah r.a berkata “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang diratapinya maka sesungguhnya ia nanti pada hari kiamat disiksa sesuai dengan apa yang diratapkan kepadanya” [HR. Bukhori dan Muslim]
  5. Dari Ummu ‘Athiyyah Nusaibah r.a berkata “Sewaktu bai’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada kami supaya kami tidak meratapi orang yang meninggal dunia” [HR. Bukhori dan Muslim]
  6. Dari An Nu’man bin Basyir r.a berkata “Ketika ‘Abdullah bin Rawahah r.a pingsan, saudara putrinya menangis sambil berkata “Wahai orang yang jadi pelindungku, wahai orang yang berbuat seperti ini dan wahai orang yang berbuat seperti itui”. Ia menghitung-hitung jasa saudaranya. Ketika sadar, ‘Abdullah lantas berkata “Apa pun yang kamu katakana, nanti akan ditanyakan kepadaku “Benarkah kamu berbuat demikian?” [HR. Bukhori]
  7. Dari Ibnu ‘Umar r.a berkata “Ketika Sa’d bin ‘Ubadah r.a sakit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’d bin Abu Waqash dan ‘Abdullah bin Mas’ud r.a menjenguknya. Ketika beliau masuk ke tempat Sa’d bin ‘Ubadah didapatinya ia sedang pingsan, kemudian beliau bertanya “Apakah ia sudah meninggal?”. Orang-orang yang berada di sekitarnya menjawab “Belum wahai Rasulullah”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis. Ketika orang-orang melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis, mereka pun ikut menangis. Kemudian beliau bersabda “Apakah kamu sekalian belum pernah mendengar? Sesungguhnya Allah tidak menyiksa karena air mata dan tidak pula karena sedihnya hati, tetapi Allah menyiksa atau mengasihi karena ini” (beliau menunjuk lidahnya)” [HR. Bukhori dan Muslim]
  8. Dari Abu Malik Al Asy’ary r.a berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda “Orang yang meratapi orang meninggal, bila ia tidak bertaubat sebelum matinya maka nanti pada hari kiamat ia dibangkitkan dengan memakai pakaian dari aspal dan memakai baju karena berpenyakit kudis” [HR. Muslim]
  9. Dari Usaid Abu Usaid At Tabi’y menceritakan tentang seseorang yang telah berbai’at, dimana ia berkata “Di antara pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kami tentang kebaikan yang harus kami laksanakan yaitu kami tidak boleh melanggar kebaikan, kami tidak boleh mencakar-cakar muka, kami tidak boleh menyobek-nyobek kerah baju dan kami tidak boleh melepas (mencukur) rambut sedemikian rupa” [HR. Abu Daud]
  10. Dari Abu Musa r.a bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Seseorang yang meninggal dunia kemudian ada orang-orang yang menangisinya dan berkata “Wahai pelindungku, wahai tuanku” atau lain sebagainya, maka diserahkanlah ia kepada dua malaikat yang mendorong-dorongnya sambil bertanya “Apakah benar kamu seperti apa yang dikatakan orang-orang itu?”? [HR. At Turmudzy]
  11. Dari Abu Hurairah r.a berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Ada dua hal di dalam diri manusia yang bias mengakibatkan kufur yakni [1] menghina nasab dan meratapi orang yang meninggal dunia” [HR. Muslim]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s