BAB Tentang Keutamaan Sholat

Allah ta’ala berfirman “Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar”

1. Dari Abu Hurairah r.a berkata “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bagaimana pandanganmu seandainya pada pintu salah seorang di antara kamu sekalian ada sebuah sungai dimana ia mandi setiap hari lima kali dari sungai itu, apakah masih tertinggal sesuatu kotorannnya ?” Para sahabt menjawab : “Tidak”. Beliau bersabda lagi : “Demikianlah perumpamaan sholat yang (5)lima dimana Allah menghapus dosa-dosa dengannya” [HR. Bukhori dan Muslim]

2. Dari Jabir r.a berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perumpamaan sholat yang 5(lima) itu adalah seperti sungai yang penuh air mengalir pada pintu salah seorang di antara kamu sekalian dimana ia mandi 5(lima) kali setiap hari dari sungai itu” [HR. Muslim]

*) Dari Ibnu Mas’ud r.a bahwasanya ada seorang laki-laki mencium seorang perempuan kemudian ia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan apa yang diperbuatnya, lantas Allah ta’al menurunkan ayat : Aqimish sholaata tharafayin nahaari wazulafam minallaili innal hasanaati yudzhibnas sayyiaat” (Dan dirikanlah sholat pada waktu pagi dan sore serta sebahagian dari waktu malam karena sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapus dosa-dosa). Orang laki-laki itu bertanya : “Apakah ini khusus untuk diri saya ?” Beliaubersabda : “Untuk semua ummatku tanpa kecuali” [HR. Bukhori dan Muslim]

3. Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah shalllallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sholat yang 5(lima), dan jum’at yang 1(satu) hingga jum’at berikutnya adalah kafarat (penebus) atas dosa-dosa yang diperbuatnya di anatar waktu iyu selama dijauhinya dosa-dosa beasar” [HR. Muslim]

4. Dari ‘Ustman bi ‘Affan r.a berkata “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Setiap orang Islam yang apabila waktu sholat fardlu tiba kemudian menyempurnakan wudlu dan khusyu’ di dalam sholat, niscaya sholatnya itu menjadi kafarat (penebus) atas dosa-dosa yang diperbuat sebelumnya selama tidak melakukan dosa besar. Yang demikian itu sepanjang masa” [HR. Bukhori dan Muslim]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s